10 YEARS A GO
A
long time ago, zamannya aku SMP-SMA aku suka banget yang namanya nulis segala
hal di buku harian. Belum lama ini aku nyoba ngebuka dan ngebaca buku harian
itu. Surprise, ngakak, dan geli sendiri ngebacany. Gils ga nyangka aja aku bisa
selebay itu. Ada satu momen dimana di buku itu aku mencurahkan segala perasaan
terpendam aku, kala aku menaruh rasa suka pada seseorang selama bertahun-tahun
pada orang yang sama. Sekarang aku mikir, kok aku bisa sampe segitunya dan
kenapa harus orang itu. Untunglah hidup aku tercerahkan saat aku masuk kuliah,
karna disitu aku menemukan sesosok yang masya
Allah yang bisa mengalihkan pikiranku akan seseorang dimasa lalu itu (wk). Seinget aku dulu aku sampe
bener-bener dibuat prustasi karena tiap waktu nama orang di zaman dahulu itu
selalu terngiang-ngiang, buktinya aja ini di buku harian banyak banget aku
nulisin ungkapan-ungkapan yang berlebihan tentang dia. Dibawah ini aku kutip
ulang sebagian curhatan aku dizaman dahulu, ngakak sumpah. Ya Allah ampunilah dosa-dosa hamba. :’(
“Betapa besarkah cintaku padanya, sehingga aku sulit tuk
melupakannya? Aku selalu resah dengan perasaan ini. Hatiku selalu gelisah. Ingatanku
tentang dia selalu menyelinap dihari-hariku. Andai saja kau tak muncul lagi,
mungkin aku bisa melupakanmu. Tapi kau hadir sangat cepat, disaat aku masih
memiliki rasa itu. Jadi apa daya, hatiku tak kuasa gembira, dan aku makin penuh
berharap padamu. Salahkah aku mengharapkan mu, tanpa mengetahui bahwa
sebenarnya aku cinta kamu. Maafkan aku, aku tidak bisa ungkapkan perasaan ini,
ntah kapan aku bisa katakan hal itu. Namun, jika takdir mu mempertemukan kita
kembali dan menyatukan kita maka tak
perlu aku membohongi diriku sendiri.”
Gila-gila aku rasa itu aku lagi
kerasukan, atau sedang berhalusinasi. LOL. Not me banget.
Comments
Post a Comment