Pekerjaan Fulltime Pertama
Salah satu fase menjadi dewasa menurut ku adalah tentang mendapatkan pekerjaan juga tentang mandiri secara finansial. Saat itu hal yang terpikirkan adalah mencoba melamar pekerjaan sebanyak mungkin diberbagai perusahaan di area Jabodetabek. Memang, rasa idealis yang menjadi tolak ukur memilih pekerjaan kala itu. Bahwa yang terbaik adalah bekerja dibidang yang kita pahami, atau sesuai dengan latar belakang pendidikan. Kenyataan nya, pengalaman yang dimiliki tidak cukup membuat kita memenuhi ekspektasi perekrut. Mungkin bisa dibilang bahwa kemampuan yang dimiliki akan terlihat sia-sia tanpa bisa dibuktikan dengan adanya pengalaman. Seharusnya paling tidak skripsi yang kita ambil dulu harus relevan dengan pekerjaan yang ingin kita lamar. Mungkin semua ini terjadi karena kurang strategi, kurang persiapan, dan minim koneksi. Menjalin koneksi dengan banyak orang akan terasa jauh lebih penting ketika kita berada dalam kondisi buntu karena tak kunjung mendapatkan pekerjaan. Setelah berbagai ...