RINDU DAN AKU
Aku merindukan
saat-saat dimana aku bangun jam 3 pagi, kemudian aku khusyu ibadah kepada-Nya,
mengadu segala hal kepada-Nya, meminta segala hal kepada-Nya. Gak ada yang
lebih syahdu, lebih tenang selain ketika aku bisa dekat dengan-Nya. Dulu, di 10
tahun lalu sangat mudah sekali bangun di sepertiga malam. Aku bisa bangun lebih
awal untuk mengerjakan hal lainnya yang hanya aku, eyang, adekku, dan Allah
saja yang tahu hal apa saja yang aku kerjakan saat bangun jam 3 kala itu.
Dulu aku selalu berdoa
agar dimanapun aku berada, Allah selalu mempertemukan aku dan mendekatkan aku
dengan orang-orang yang baik. Sampai suatu ketika aku harus meninggalkan kampung
halaman ku tercinta. Aku senang aku bisa meninggalkan kehidupan sehari-hari aku
yang aku sendiri merasa cukup berat buat menjalaninya. Namun aku juga khawatir
aku akan berbeda dari aku yang sebelumnya karena terbawa arus kehidupan
perkotaan. Nyatanya orang-orang disekeliling aku saat ini sangatlah berbeda
dari yang aku fikirkan sebelumnya. Aku fikir mereka akan lebih senang buat
berfoya-foya, mentingin gaya, males-malesan, dan lain sebagainya yang mengarah
kepada hal negative. Alhamdulillah, mereka baik, mereka sederhana, mereka masih
berpegang pada agama, ya walaupun gak semuanya. Alhamdulillah aku berteman baik
dengan orang yang mencintai agamanya, dan selalu mau berusaha berubah ke arah
yang lebih baik. Dampak positif buat aku, yang membuat aku tidak terjerumus
pada hal-hal yang negative. Namun juga terkadang aku menolak untuk dibawa ke
arah yang lebih baik. Padahal aku tau kalau hal itu membawa kebaikan.
Salah satu hal terbesar
yang membuat aku kecewa di dunia ini
adalah aku. Ya, aku teramat kecewa sama diri aku sendiri. Karena sejauh ini aku
belum bisa berbuat apa-apa. Terlebih lagi dengan kepribadian aku yang terlalu
kaku. Aku mencoba berkecimpung di dunia aktivis, terlibat dalam suatu
organisasi dengan harapan aku bisa mempunyai banyak teman untuk bertukar
pikiran, dan menjauhkan aku dari yang namanya kesendirian. Kenyatannya jauh
banget dari yang aku harapkan, sama halnya seperti dulu-dulu ketika aku SD,
SMP, SMA. Aku tetap merasa kaku, gak bisa berbaur dengan mereka. Selalu ada
barrier yang memisahkan aku dengan mereka. Aku selalu merasa mereka tidak
menyukai aku, atau aku sangatlah membosankan. Hal-hal itu yang selalu membuat
aku merasa untuk pergi menjauh. Mereka yang bersama ku gak bisa merasa
semenyenangkannya seperti ketika mereka bersama yang lain. Aku selalu merasakan
hal seperti itu, mereka lebih selalu diam ketika bersama ku, atau mereka selalu
lebih sedikit bisa berbicara ketika bersama ku. Mungkin ini karena waktu dulu
aku kecil aku gak dibiasain buat bersosialisasi dengan orang lain. Aku inget
banget, emang sedari dulu tuh aku hanya bisa menyimpan segala halnya sendiri.
Aku gak dibiasain buat mengeluarkan opini sendiri. Dn aku juga terlalu minder
sama orang, segalanya selalu aku tutupi, disimpen rapat-rapat. Buat cerita sama
temen aja aku ragu-ragu.
Aku bukan orang yang
menyukai kesendirian sebenernya, siapa juga yang bakal tahan dengan
kesendirian? Cuman karena aku sulit buat berbaur sama orang, sulit akrab sama
orang, mau gak mau aku selalu bersama dengan kesendirian. Aku gak bisa deket
sama orang, kalo enggak orang itu yang menghampiri aku terlebih dahulu. Berteman
dengan siapapun aku selalu menjadi diri
aku sendiri, walaupun memang aku selalu berusaha untuk menunjukkan sisi baikku
saja. Orang suka memandangku sebagai seorang yang polos. Gils aku ga sepolos
itu, kalian tahu apa tentang aku? Aku ga sekalem yang kalian kira, aku juga
punya sisi pemberontak. Namun sisi tersebut lebih sering aku tunjukkan ketika
di rumah.
Gils, aku se-randome ini. Awalnya
yang mau diceritain tentang bagaimana kerinduan aku dekat dengan-Nya. Ok back
to topic utama. Kenapa rindu? Karena saat ini aku semakin jauh dari-Nya. Aku
lebih sering terburu-buru solat, menunda-nunda solat, semakin malas berdoa,
bangun tidur setelah adzan solat subuh, semakin malas ngaji. What happen? Apa
yang aku lakuin selama ini? Padahal aku selalu punya banyak waktu luang? Aku
ternyata lebih sering perhatian sama medsos, dikit-dikit buka WA, dikit2 buka
instagram, dikit2 buka youtube, dikit2 browsing. Beda banget ketika 10 tahun
lalu saat dimana aku cuma punya hp yang cuma bisa sms sama telpon. Aku baru
punya hp yg bisa internetan ketika SMA, itupun bukan smartphone. Baru saat
kuliahlah, kira2 semeter 3 atau 4 baru punya smartphone. Beda banget sih
setelah punya smartphone. Aku terlalu boros uang karena terlalu sering beli
paket internet. Aku akan menjadi ansos hanya ketika aku berada di rumah sendiri
tanpa kegiatan, atau ketika aku merasa sangat bosan dengan kegiatan
sehari-hari. Lelah sebenarnya, aku lelah karena diki2 liat notif chat, lelah
bersosmed. Sosmed adalah salah satu wahana utama buat menghilangkan
kebosananan, karena aku ga tau mesti ngelakuin kegiatan apalagi selain itu. Aku
buka instagram bukan buat ngeliat post2an temen, aku ga tertarik sebenanya buat
liat post2. Yang sering aku lakuin ketika buka instagram adalah membuka akun2
yang ngepost segala hal tentang artis korea favorit aku. Wakakak. Ga jelas
sumpah, ga berfaedah sebenarnya, secara tidak sadar itu udah jadi rutinitas,
jadi kebiasaan. Makannya, setelahnya itu kadang aku juga bertanya-tanya kenapa
sih aku sebegini ga berfaedahnya. Dan jujur banget aku lelah ngelakuin hal itu.
Tolong datangkan sesuatu kegiatan yang berfaedah buat aku. :’( tolong seseorang
ajak aku untuk melakukan suatu kegiatan yang berfaedah.
Comments
Post a Comment