Finally Manusia Goa Menyapa Dunia

Kisah mengenai sesosok manusia, manusia yang sudah terlalu lama sendiri, manusia yang senang sekali berada di depan laptop dan hp-nya. Manusia yang jarang sekali menginjakkan kakinya keluar dari pintu rumah, seolah-olah ada daya magnet yang begitu kuat di dalam rumah itu sehingga ia malas untuk pergi menyapa dunia. Ini realita bapak-ibu sekalian, bahwa di tahun 2017 ini masih ada aja manusia maceman kayak begitu.
Apakah si manusia itu senang dengan keadaannya yang seperti itu? Tidak. Si manusia merasa amat tersiksa dengan keadaannya yang sekarang ini. Si manusia tidak mengharapkan kondisi tersebut menimpanya. Lalu, sebenarnya apa yang membuat kondisi si manusia tersebut terjadi demikian? Takdir. Pribahasa yang tepat untuk menggambarkannya yaitu “hidup segan mati tak mau.” Di satu sisi si manusia ini ingin sekali pergi. Iya pergi, pergi entah untuk bertemu dengan teman ataupun sahabat, entah untuk bekerja, entah untuk jalan-jalan, haha-hihi makan eskrim di mcd, ataupun apalaah itu aktivitas yang dilakukan manusia normal pada umumnya.
Ada kalanya memang si manusia pergi menyapa dunia, kira-kira seminggu sekali ia baru pergi. Pergi untuk menemui dosen tercinta yang tidak mengerti betapa mahasiswanya sangat lelah karena selalu dipersulit. Hfft.
Iya jadi, di hari jumat ini setelah semingguan dia si manusia itu pergi menyapa dunia. Bagaimana dia merasa sangat bahagia bisa pergi karena dia telah menyelesaikan PR2 dari dosennya, dan saatnya dia menyerahkan hasilnya. Ekspetasinya dia bisa pergi pagi-pagi setelah sholat shubuh. Tapi realitanya dia malah kesiangan sholat shubuh. Ada sedikit rasa malas pergi karena dia kesiangan, tapi hal itu bisa di tepisnya karena dia tidak mau melewatkan hari ini.
Dia mandi seperti biasanya, dia berpakaian-pun seperti biasanya. Hanya saja dia melewatkan sarapan sebelum pergi. Tapi rupanya dia punya keinginan sendiri untuk menikmati sarapan dengan suasana kampus. Sekitar pukul 07.15 dia baru keluar rumah, dia berjalan seraya berkata “Ya Allah Alhamdulillah akhirnya bisa ngerasain lagi sentuhan cahaya matahari.” Dihh kelakuan haha.
Sampai mana ya tadi? Oh iya, dia terus berjalan sampai akhirnya dia menemukan jalan raya. Kemudian dia mencari tempat yang rindang sembari menunggu kedatangan angkot. Seperti biasa angkot yang dia tunggu datangnya lama. Ok angkot datang. Dia memikirkan apakah dia nanti naik TJ atau dia naik kereta. Ok dia memilih naik kereta. Tibalah dia di satsiun kereta, dia menuju antrian pembelian tiket. Dia membeli tiket THB tujuan Manggarai. Lagi2 dia selalu bingung dalam menentukan, apakah dia mesti naik di gerbong wanita atau gerbong campuran.
Pukul 08.45 kereta tiba, dia menaiki kereta dengan sigap agar dapat posisi di samping pintu. Itu memudahkan dia untuk keluar kalau2 dia berubah pikiran untuk turun di stasiun Buruan. Seperti biasa, kereta selalu tumpah ruah oleh manusia-manusia. Sejauh ini perjalanan lancar. Ok tiba saatnya dia di stasiun Manggarai. Upst, ternyata ada perubahan mendadak, kereta yang seharusnya dijadwalkan tujuan akhirnya Jakarta kota malah tiba2 diharuskan hanya sampai manggarai. Beuh udah di tebak, pasti ini akan menimbulkan keriweuhan massa. Suasana stasiun mencekam, banyak massa yang membludak karena tertahan di Manggarai. Ada juga dari masa tersebut yang teriak-teriak melampiaskan kekesalan atas ketidaknyamanan yang di berikan. Mereka mungkin merasa waktu mereka banyak yang terbuang percuma. Sekali lagi manusia memang tidak pernah ada kata puasnya dan bisanya Cuma complain (termasuk si penulis ini).
Back to si manusia yang dari tadi di ceritain. Dia merasa kayaknya momen-momen di stasiun yang dia bayangkan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Dia lumayan mesti ngantri buat keluar, dan diluar juga banyak lagi segerombolan massa yang datang ke stasiun maupun pergi dari stasiun. Dengan percaya dirinya dan gayanya yang sok dikejar waktu dia jalan menyusuri jalanan yang ramai itu sampai akhirnya dia di halte TJ.
Dia pergi dengan TJ ke arah TU GAS, dan dia kemudian turun di halte Velodrome. Di velodrome dia hendak pergi ke warnet untuk ngeprint yang “katanya” menurut dia harganya jauh lebih murah daripada ngeprint di kampus onoh, dan lagi katanya dia bisa slow gitu kalau mau ngedit2, dan lagi mas2nya juga baik. Ada sekitar 30an lembar yang dia print dengan jumlah 15rb dia harus membayar. Dilihatnya dompetny dan kemudian dia membayar, kemudian dia bergumam “ ya Allah uang saya sisa 30 rb, ah tapi ini cukuplah buat nanti ongkos pulang”. Sekitar pukul 10 dia kelar ngeprint, kemudian dia melanjutkan perjalanan dengan menaiki TJ (lagi). Tak berapa lama dia sampai di kampus “onoh”.
Disebabkan perut-nya yang memanggil-manggil, dia kemudian memutuskan untuk membeli nasi uduk di pinggir jalan yang dekat halte UNJ deket pintu masuk parkiran belakang kampus. Dengan harga Rp 9ribu dia mendapat 1 bungkus nasi uduk (porsi lumayan) dengan lauk bihun, tempe, telor dadar+sambel+kerupuk+sendok+kantong plastic). Dia berjalan memasuki pintu parkiran, kemudian dia berhenti di kantin gerah untuk membeli sebotol oasis dengan harga Rp 3rb. 30 ribu dikurang 12 ribu berarti sisa uangnya 18rb.
Setelahnya dia melanjutkan langkah kakinya, kemudian dia mampir sebentar ke toilet gd.DS. lt dasar. Wow keluar dari toilet dia melihat banyak massa yang sedang mengantri naik lift. Ok, memang biasanya seperti itu ngantri gila. Dia keluar dari gedung itu, dia berjalan sebentar kemudian dia sampai di gedung target utama. Dia pergi menuju lantai 9, dilihatnya disana tidak ada pejuang2 2013 yang ingin sekali ia temui. Dia memerlukan tempat untuk singgah sementara. Tempat yang mana dia bisa mengisi supply battery hp-ny, yang mendukung wifi, dan adem. Ok, tempat yang ia maksud adalah laboratorium. Namun, saying seribu saying lab2 yang kosong itu tak satupun yang di buka. Ini penting, pertama yang harus dan wajib dia lakuin adalah mencari sumber listrik agar dia bisa mengisi battery hp-nya yang sudah lama mati. Ok, dia menemukan di dekat lift, oh tapi ternyata tidak berfungsi. Sudahlah kita persingkat saja, intinya pada khirnya dia nemuin sumber listrik.
Kemudian pukul 11.15 dia memutuskan pergi sendiri menemui dosen tercinta. Di lt 6 gha dia tidak menemukan dosen itu, kmudian dia pergi ke lt 4 gd syafei ternyata dosennya berada disitu. Dia menunggu beberapa saat, kemudian dosennya muncul dan menemuinya. Diutarakanlah maksud dan tujuan dia menemui dosen itu. udah, nothing special. Seperti biasanya, dosennya bilang “Ok nanti saya baca dulu”. Fine, dia tetep harus menunggu dan menunggu sampai pada dosennya berkata “ok ini saya rasa sudah bagus, kamu silahkan daftarkan diri untuk mengikuti seminar”. Kapan? Wallahualam.
Ok, paling tidak tujuan utama dia hari ini bisa terlaksana. Selanjutnya dia pergi ke lt.9 dengan harapan dia bisa menemui para pejuang 2013 yang sangat dia rindukan. Dan ternyata dia menemukan satu sosok pejuang itu, yeah akhirnya. Kemudian dia pergi bersama ke lab, da nada satu sosok lagi yang ikut bergabung. Mereka akhirnya berlanjut dengan bincang-bincang hangat, saling menanyakan kabar masing-masing. Dan bertambah lagi satu sosok pejuang dan dia tidak lain separtner dengan si manusia itu. kemudian muncul lagi satu sosok pejuang yang prepet, dan muncul lagi satu sosok pejuang dengan gender yang berbeda.
Finally, akhirnya mereka saling bertukar cerita, opini, haha-hihi, ngobrol ngaler ngidul, sampai pada akhirnya mereka nonton film Kings man. Dengan tokoh tertampan versi mereka “Eggsy” dan tokoh tercantik “Roxy”, tokoh terpahlawan “Harry”, tokoh terkocak “si penjahatnya”. Pukul 15.30 dia pulang, dan dia sampai rumah pukul 18.10. itu artinya dia ketinggalan episode CDR hari ini. Ok tak apalah, selama itu bukan episode akhir its okay. Berakhir dengan dia makan nasi uduk (lagi). Haha
Annyeong… bye….


Comments

Popular posts from this blog

Nyobain Photobox di M Bloc Space

AWAL APRIL

Listrik 900 VA, Math-Physica, Suami???