I saw perfection

Teruntuk engkau yang selalu menyanyangiku dengan segenap jiwa dan ragamu, yang tak pernah lelah memperjuangkan hidupku, yang telah melewatkan beribu malam dengan rasa rindu. Rasa rindu untuk berkumpul bersama, bangun tidur di tempat yang sama, makan bersama, bercengkrama bersama setiap harinya. Mungkin aku-lah yang paling egois disini, selalu merasa paling kesepian. Nyatanya, engkau-lah yang paling besar merasakan kesepian itu. Aku merasa sangat miris kala membayangkan hal itu. Bagaimana setiap harinya engkau selalu menelphon ku, menanyakan sedang apa diriku, sudah makan apa belum, makan sama apa, aku bersyukur akan hal itu.
Seharusnya aku tidak mesti merasa kesal karena hal sepele, tidak seharusnya aku membantah akan hal yang tidak sesuai dengan yang ku mau. Mungkin ada beribu banyak kata yang ku ucapkan tanpa sadar telah menyakiti hati nya, ada banyak prilaku diriku yang tanpa sadar telah menyakiti hati nya. Seburuk apapun aku, ia akan selalu menyayangi ku. Tidak akan ada aku yang seperti ini kalau tidak ada ia. Aku selalu membutuhkan nya “ no matter your age, you always need your mother”.
Saat ini aku belum bisa mewujudkan keinginan nya, namun aku akan tetap bertekad dan berusaha untuk mewujudkan keinginannya tersebut. Aku yakin bisa melaluinya, karena aku masih bisa mendapatkan ridha dari mu. Insya Allah semua tetes peluh keringat mu akan menjadi ladang amal kebaikan untuk mu kelak di akhirat. Aamiin..




Terimakasih tak terhingga karena sampai saat ini engkau selalu ada bersamaku, dan selalu bersabar akan diriiku.”she gave me everything: she gave me love, she gave me her soul, and she gave me her time.”

Comments

Popular posts from this blog

Nyobain Photobox di M Bloc Space

AWAL APRIL

Listrik 900 VA, Math-Physica, Suami???